10 Fakta Lucu yang Mungkin Belum Kamu Tahu

Klik gambar untuk baca selengkapnya mengenai 10 Fakta Lucu yang Mungkin Belum Kamu Tahu. Cekidot....

7 Penderitaan Orang di Dunia

Klik gambar untuk baca selengkapnya mengenai 7 Penderitaan Orang di Dunia. Cekidot....

5 Fakta Unik Tentang Pesulap

Klik gambar untuk baca selengkapnya mengenai 5 Fakta Unik Tentang Pesulap. Cekidot....

Seputar Pororo

Klik gambar untuk baca selengkapnya mengenai Seputar Pororo. Cekidot....

Mobil Paling Unik dan Kreatif

Klik gambar untuk baca selengkapnya mengenai Mobil Paling Unik dan Kreatif. Cekidot....

Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

Sejarah Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda). Kata Pakuan sendiri berasal dari kata Pakuwuan yang berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak (1030 M) di kampung Pangcalikan dan Bantarmuncang, tepi Sungai Cicatih, Cibadak, Suka Bumi.

Awal Pakuan Pajajaran

Seperti tertulis dalam sejarah, akhir tahun 1400-an Majapahit kian melemah. Pemberontakan, saling berebut kekuasaan di antara saudara berkali-kali terjadi. Pada masa kejatuhan Prabu Kertabumi (Brawijaya V) itulah mengalir pula pengungsi dari kerabat Kerajaan Majapahit ke ibukota Kerajaan Galuh di Kawali, Kuningan, Jawa Barat.

Raden Baribin, salah seorang saudara Prabu Kertabumi termasuk di antaranya. Selain diterima dengan damai oleh Raja Dewa Niskala ia bahkan dinikahkan dengan Ratna Ayu Kirana salah seorang putri Raja Dewa Niskala. Tak sampai di situ saja, sang Raja juga menikah dengan salah satu keluarga pengungsi yang ada dalam rombongan Raden Barinbin.

Pernikahan Dewa Niskala itu mengundang kemarahan Raja Susuktunggal dari Kerajaan Sunda. Dewa Niskala dianggap telah melanggar aturan yang seharusnya ditaati. Aturan itu keluar sejak “Peristiwa Bubat” yang menyebutkan bahwa orang Sunda-Galuh dilarang menikah dengan keturunan dari Majapahit.

Nyaris terjadi peperangan di antara dua raja yang sebenarnya adalah besan. Disebut besan karena Jayadewata, putra raja Dewa Niskala adalah menantu dari Raja Susuktunggal.

Untungnya, kemudian dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya dengan keputusan: dua raja itu harus turun dari tahta. Kemudian mereka harus menyerahkan tahta kepada putera mahkota yang ditunjuk.

Dewa Niskala menunjuk Jayadewata, anaknya, sebagai penerus kekuasaan. Prabu Susuktunggal pun menunjuk nama yang sama. Demikianlah, akhirnya Jayadewata menyatukan dua kerajaan itu. Jayadewata yang kemudian bergelar Sri Baduga Maharaja mulai memerintah di Pakuan Pajajaran pada tahun 1482.

Selanjutnya nama Pakuan Pajajaran menjadi populer sebagai nama kerajaan. Awal “berdirinya” Pajajaran dihitung pada tahun Sri Baduga Maharaha berkuasa, yakni tahun 1482.

Sumber Sejarah

Dari catatan-catatan sejarah yang ada, baik dari prasasti, naskah kuno, maupun catatan bangsa asing, dapatlah ditelusuri jejak kerajaan ini; antara lain mengenai wilayah kerajaan dan ibukota Pakuan Pajajaran. Mengenai raja-raja Kerajaan Sunda yang memerintah dari ibukota Pakuan Pajajaran, terdapat perbedaan urutan antara naskah-naskah Babad Pajajaran, Carita Parahiangan, dan Carita Waruga Guru.

Selain naskah-naskah babad, Kerajaan Pajajaran juga meninggalkan sejumlah jejak peninggalan dari masa lalu, seperti:

  • Prasasti Batu Tulis, Bogor
  • Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
  • Prasasti Kawali, Ciamis
  • Prasasti Rakyan Juru Pangambat
  • Prasasti Horren
  • Prasasti Astanagede
  • Tugu Perjanjian Portugis (padraõ), Kampung Tugu, Jakarta
  • Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
  • Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita Parahyangan
  • Berita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)


Segi Geografis Kerajaan Pajajaran

Terletak di Parahyangan (Sunda). Pakuan sebagai ibukota Sunda dicacat oleh Tom Peres (1513 M) di dalam “The Suma Oriantal”, ia menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Sunda disebut Dayo (dayeuh) itu terletak sejauh sejauh dua hari perjalanan dari Kalapa (Jakarta).

Kondisi Keseluruhan Kerajaan pajajaran (Kondisi POLISOSBUD), yaitu
  • Kondisi Politik (Politik-Pemerintahan)

Kerajaan Pajajaran terletak di Jawa Barat, yang berkembang pada abad ke 8-16. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajajaran, antara lain :

Daftar raja Pajajaran

  • Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
  • Surawisesa (1521 – 1535), bertahta di Pakuan
  • Ratu Dewata (1535 – 1543), bertahta di Pakuan
  • Ratu Sakti (1543 – 1551), bertahta di Pakuan
  • Ratu Nilakendra (1551-1567), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
  • Raga Mulya (1567 – 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda)
  • Rahyang Niskala Wastu Kencana
  • Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana)
  • Sri Baduga MahaRaja
  • Hyang Wuni Sora
  • Ratu Samian (Prabu Surawisesa)
  • dan Prabu Ratu Dewata.

Puncak Kejayaan/ Keemasan Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan. Alasan ini pula yang banyak diingat dan dituturkan masyarakat Jawa Barat, seolah-olah Sri Baduga atau Siliwangi adalah Raja yang tak pernah purna, senantiasa hidup abadi dihati dan pikiran masyarakat.

Pembangunan Pajajaran di masa Sri Baduga menyangkut seluruh aspek kehidupan. Tentang pembangunan spiritual dikisahkan dalam Carita Parahyangan.

Sang Maharaja membuat karya besar, yaitu ; membuat talaga besar yang bernama Maharena Wijaya, membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan Wanagiri. Ia memperteguh (pertahanan) ibu kota, memberikan desa perdikan kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat Kabinihajian (kaputren), kesatriaan (asrama prajurit), pagelaran (bermacam-macam formasi tempur), pamingtonan (tempat pertunjukan), memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan

Pembangunan yang bersifat material tersebut terlacak pula didalam Prasasti Kabantenan dan Batutulis, di kisahkan para Juru Pantun dan penulis Babad, saat ini masih bisa terjejaki, namun tak kurang yang musnah termakan jaman.

Dari kedua Prasasti serta Cerita Pantun dan Kisah-kisah Babad tersebut diketahui bahwa Sri Baduga telah memerintahkan untuk membuat wilayah perdikan; membuat Talaga Maharena Wijaya; memperteguh ibu kota; membuat Kabinihajian, kesatriaan, pagelaran, pamingtonan, memperkuat angkatan perang, mengatur pemungutan upeti dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan

Puncak Kehancuran

Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Berakhirnya zaman Pajajaran ditandai dengan diboyongnya Palangka Sriman Sriwacana (singgahsana raja), dari Pakuan Pajajaran ke Keraton Surosowan di Banten oleh pasukan Maulana Yusuf.

Batu berukuran 200x160x20 cm itu diboyong ke Banten karena tradisi politik agar di Pakuan Pajajaran tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru, dan menandakan Maulana Yusuf adalah penerus kekuasaan Sunda yang sah karena buyut perempuannya adalah puteri Sri Baduga Maharaja. Palangka Sriman Sriwacana tersebut saat ini bisa ditemukan di depan bekas Keraton Surosowan di Banten. Masyarakat Banten menyebutnya Watu Gilang, berarti mengkilap atau berseri, sama artinya dengan kata Sriman.

Kondisi Kehidupan Ekonomi

Pada umumnya masyarakat Kerajaan Pajajaran hidup dari pertanian, terutama perladangan. Di samping itu, Pajajaran juga mengembangkan pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Pajajaran memiliki enam pelabuhan penting, yaitu Pelabuhan Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, Sunda Kelapa (Jakarta), dan Cimanuk (Pamanukan)

Kondisi Kehidupan Sosial

Kehidupan masyarakat Pajajaran dapat di golongan menjadi golongan seniman (pemain gamelan, penari, dan badut), golongan petani, golongan perdagangan, golongan yang di anggap jahat (tukang copet, tukang rampas, begal, maling, prampok, dll)

Kehidupan Budaya

Kehidupan budaya masyarakat Pajajaran sangat di pengaruhi oleh agama Hindu. Peninggalan-peninggalannya berupa kitab Cerita Parahyangan dan kitab Sangyang Siksakanda, prasasti-prasasti, dan jenis-jenis batik.

Kesimpulan

  • Kerajaan Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat yang terletak di Parahyangan (Sunda).
  • Sumber sejarahnya berupa prasati-prasati, tugu perjanjian, taman perburuan, kitab cerita, dan berita asing.
  • Kerajaan Pajajaran pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja mengalami masa keemasan/ kejayaan dan Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579 akibat serangan kerajaan Sunda lainnya, yaitu Kesultanan Banten.

Selasa, 29 Januari 2013

Bahaya Minuuman Bersoda


Membahayakan Ginjal
Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.
Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.
Meningkatkan Risiko Diabetes
Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan.
Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.
Meningkatkan Risiko Obesitas
Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas.
Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas.
Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya.
Meningkatkan Risiko Tulang Rapuh
Salah satu kandungan minuman bersoda adalah asam fosfat. Dalam suatu penelititan, asam fosfat ini bisa menyebabkan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini karena asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.
Universitas Harvard pernah membuat penelitian mengenai hal ini. Mereka mengamati seorang atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda dan yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hasilnya, atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda mengalami patah tulang 5 kali lebih banyak daripada atlet remaja yang tidak mengkonsumsi minuma bersoda.
Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas
Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat, kandungan minuman bersoda dipercaya sebagai salah satu pemicu timbulnya kanker pankreas. Dalam penelitian tersebut, 87% responden yang minimal mengkonsumsi minuman bersoda 2 kali sehari mengalami peningkatan risiko kanker pankreas.
Penelitian dilakukan terhadap 60524 responden (pengonsumsi minuman bersoda) selama 14 tahun. Hasilnya, sebanyak 87% mengalami risiko kanker pankreas yang terlihat melalui gejala-gejalanya.
Meningkatkan Kerusakan pada Gigi
Dalam suatu penelitian, 3200 orang responden mengalami kerusakan gigi akibat mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini tentu saja akibat kandungan zat gula yang ada di dalam minuman tersebut. Tak hanya itu, asam fosfat juga turut memperburuk kerusakan gigi dengan cara melarutkan kalsium gigi.
Meningkatkan Ketergantungan pada Kafein
Minuman bersoda mengandung kafein. Zat ini sejak dulu dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang ketergantungan. Meskipun kafein mempunyai efek positif terhadap tubuh, efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Misalnya, membuat jantung berdebar, insomnia, tekanan darah rendah, dan lain-lain.
Setelah menyimak bahaya-bahaya minuman bersoda tersebut, ada baiknya Anda segera mengganti menu minuman bersoda dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, susu sapi, susu kedelai, air putih, teh hijau, teh hitam, jus buah-buahan, atau yoghurt. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko penyakit-penyakit serius yang mengancam tubuh.

Bahaya Earphone




Bahaya Penggunaan Headset [Earphone]. Terlalu sering menggunakan atau terlalu memaksa pemakaian headset akan menyebabkan kerusakan gangguan pendengaran atau penurunan fungsi pendengaran [tuli, budeg dll.]. Apalagi biasanya earphone/headset digunakan dengan diset sekeras-kerasnya untuk "melawan" noise dari luar yang biasanya kita gunakan di tempat-tempat ramai/ bising. Ini sangat beresiko tinggi.


Ketulian sudah dapat menyerang orang semakin dini. Awal-awalnya telinga yang sering menggunakan earphone tidak terasa apa-apa, tapi ketika hendak mencabut earphone, telinga terasa panas dan berdengung hebat.


Itu terjadi akibat kelelahan koklea [rumah siput], yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kelelahan koklea yang terjadi terus-menerus dan tak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran menetap.




Untuk orang dengan pendengaran normal, audiogram terletak antara nol dan 20 desibel. Di atas angka itu, artinya kondisi telinga sudah tidak beres.


Hanya dapat diobati dengan terapi hiperbalik [memberi obat-obatan khusus] agar tingkat ketuliannya berkurang, tapi tak sembuh. Sebab, yang rusak adalah sel rambut pada organ telinga bagian dalam yang berfungsi menangkap rangsangan atau frekuensi suara. Bila bagian ini sudah terganggu dan rusak, tak akan bisa kembali normal.


Badan Kesehatan Dunia [WHO], Sound Hearing 2030 juga sudah memprogram untuk mengurangi kasus gangguan pendengaran dan ketulian hingga 50 persen pada 2015, dan 90 persen dalam 15 tahun berikutnya. Masalah utamanya adalah gaya hidup yang salah seperti kebiasaan penggunaan earphone.

Selain itu, jangan menggunakannya saat menyetir atau di jalan raya yang berisik. Ini akan membuat pengguna tidak mendengar suara peringatan orang/ mobil lain dll, yang kemungkinan besar menyebabkan kecelakaan. Self-awareness menurun karena pengalihan konsentrasi kita dari lingkungan sekitar dan jalan ke suara dari earphones.

Keseimbangan badan pun bisa kacau karena tekanan udaranya mempengaruhi keseimbangan badan ketika kita menggunakan earphone di jalan atau sedang menyetir. Lebih baik kita rajin membersihkan telinga dari ear wax agar tidak infeksi.

Dengan mengetahui bahaya penggunaan headset [earphone] diatas, mudah-mudahan bisa menjadi peringatan buat kita agar tidak terlalu sering menggunakan headset/earphone. Lebih baik langsung pake spiker, kan lebih puas tuh dengernya.

Sumber: http://menyengkiller.blogspot.com/2012/02/inilah-bahayanya-memakai-headset.html

Manfaat dan Bahaya Permen Karet

Permen karet bukan hal asing lagi dalam cemilan ringan . permen ini sering digemari orang orang . permen karet adalah permen yang elastis dan nikmat bila kita kunyah dan mengeluarkan rasa manis yang enak . namun dibalik itu semua ada bahaya di dalam permen karet . Biasanya permen karet juga mengurangi rasa grogi (konon katanya) juga obat selagi kita lagi mati gaya (hehehe) . permen karet adalah permen kunyahan yang digemari orang orang . mari kita lihat apa saja Manfaat Dan Bahaya Yang Ada Pada Permen Karet . Manfaat Permen Karet 1. Melatih otot otot dan melancarkan peredaran               darah di wajah . konon katanya jika perempuan rajin mengunyah permen karet juga bermanfaat bagi kecantikan . (Cari cewe yang suka Ngunyah permen karet siapa tau cantik wekekekeke). 2. Menyegarkan Bau Mulut                Sering mengunyah permen karet juga menyegarkan bau mulut . apalagi permen karet yang berasa mint . akan terasa segar mulut kita dan tidak bau 3. Membersihkan Sisa Makanan                Permen karet itu lengket dan terdapat perekat , jadi sisa makan yang menempel akan mudah terangkat karena zat perekat yang ada pada permen karet. 4. Menghilangkan Ketegangan                 Entah ini info dari mana , tapi konon katanya dengan mengunyah permen karet ketegangan kita akan berkurang juga sekaligus obat mati gaya . Bahaya Permen Karet 1. merusak bahan tambalan gigi                Hasil riset di Swiss menunjukan, sering mengunyah permen karet dapat merusak bahan tambalan gigi. Oleh sebab itu bagi seseorang yangmenggunakan tambalan gigi dengan bahan air raksa sebaiknya jangan mengunyah permen karet. Karena mengunyah permen karet dapat mengurai senyawa air raksa tersebut, yang dapat meningkatkan jumlah kandungan air raksa dalam darah dan air kemih. Kelebihan zat tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap otak, susunan syaraf pusat dan ginjal. 2. Merusak Gigi (keropos)                Dalam Permen karet terdapat zal gula yang dapat mengakibatkan keropos pada gigi karena menempel pada gigi. 

Read more at: http://me-inspiration.blogspot.com/2013/01/manfaat-dan-bahaya-permen-karet.html#.UQfKkR3qnnE
Copyright http://www.me-inspiration.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution

Bahaya Gigi Berlubang


Apakah anda sangat suka makan yang manis..?suka minum yang manis, suka jajan yan manis….? Jika iya maka anda harus sedikit bisa menahan rasa ingin anda terhadap manis, Karena berdasarkan penelitian, bahwa makanan yang manis merupakan faktor terbesar yang menyebabkan gigi berlubang. Dan perlu anda tahu bahwa gigi belubang dapat menimbulkan banyak penyakit baik itu yang ringan sampai penyakit yang akut ( bisa menimbulkan kematian ).

Ketika anda mengkonsumsi makanan manis, maka kandungan gula pada makanan itu akan menempel pada kerak gigi dan jelas akan menimbulkan bibit gigi berlubang ( ini terjadi dalam kurun waktu 2 menit ). Jadi bagi anda para penggila permen, coklat , dan semua makanan yang manis sebaiknya anda dengan seksamam membaca artikel ini. Karena percaya atau tidak gigi berlubang mempunyai akibat yang fatal jika kita tidak peduli.

Saat gigi berlubang maka didalamnya ada infeksi terhadap gigi. apabila tida ditambal segera maka akan mengakibatkan infeksi yang semakin dalam terhadap gigi itu, lalu menjalar kedalam rongga syaraf dan menyebabkan timbulnya abses diujung akar gigi. Abses gigi adalah kumpulan nanah YANG DIAKIBATKAN dari infeksi yang terjadi pada rongga syaraf gigi yang rasa sakitnya sangat luar biasa. Jika masih terus terjadi infeksi pada rongga syaraf gigi maka gigi berlubang akan mengakibatkan beberapa penyakit diantaranya :

    * tanggalnya gigi yang berlubang tadi
    * mediastinitis ( Peradangan pada dada )
    * sepsis ( peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi )
    * facial cellulitis, Ludwigs angina ( penyebaran infeksi kedalam jaringanlunak misalnya jantung, hati dan lainya )
    * osteomyelitisof the jaw ( Penyebaran infeksi kedalam tulang rahang gigi )
    * penyebaran lainya kan mengakibatkan abses otak ( infeksi pada otak manusia )
    * endocarditis ( peradangan yang terjadi pada lapisan jantung, otot jantung dan katup jantung  )
    * pnemonia ( radang paru aru )

Jika di bedah lebih lanjut akan ada banyak lagi efek yang sangat berbahaya sari gigi berlubang. Jadi untuk kita yang lebih ingin sehat silakan lebih diatur pola makan dan cara konsumsi makanan kita. Artikel ini tidak melarang anda untuk mengkonsumsi makanan manis namun saya menyarankan untuk mengatur pola makan anda.

Ada beberapa tip agar anda tetap bisa mengkonsumsi makanan manis tanpa harus khawatir akan mengakibatkan gigi berlubang. silakan ikuti langkah sederhana ini :

1. Usahakan makan atau minum dengan kadar  yang tidak terlalu manis.

usahakan anda mengkonsumsi makanan atau minuman yang lebih wajar kadar gulanya. jangan terlalu banyak menambahkan pemanis, coklat, atau gula pada konsumsi anda. karena makanan atau minuman yang terlalu manis akan mengakibatkan proses infeksi pada kerak gigi terjadi begitu cepat.

2. Jangan Makan / minum yang manis sebelum tidur

jika anda hoby makanan atau minuman manis. saya sarankan agar tidak mengkonsumsinya sebelum anda tidur, Karena saat anda tidur infeksi terhadap gigi akan terjadi begitu cepat dan sulit ditanggulangi.

3. Jangan lupa menggosok gigi setelah konsumsi yang manis

setelah anda mengkonsumsi makanan manis pastikan anda menggosok gigi agar sisa makanan manis itu bisa hilang dari gigi anda. jika anda belum sempat menggosok gigi silakan berkumur dengan air bersih atu netralkan dengan banyak minum air putih.

Minggu, 27 Januari 2013

Karya Ilmiah Satu Rimpanng Seribu Khasiat


Kata Pengantar

Assalammualaikum Wr. Wb.

            Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkah dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Satu Rimpang, Seribu Khasiat” dalam rangka mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Dalam penyusunanya karya ilmiah ini memuat tentang rimpang temulawak.
             Tujuan dari penyusunan karya ilmiah ini, untuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia, serta memberi informasi kepada pembaca tentang khasiat dari rimpang temulawak.
            Tentu ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan dalam karya ilmiah ini, oleh karena itu semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih.

Wassalammualaikum Wr. Wb.








Jakarta, Januari 2013    




Penyusun               




BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia, termasuk salah satu negara berkembang di Asia. Melimpahnya SDA yang ada di bumi Indonesia membuat warganya menjadi lebih kreatif dalam memanfaatkannya. Hampir seluruh tanaman di Indonesia memiliki manfaat yang sangat berkhasiat di seluruh bagiannya, mulai dari bunga, batang, daun, buah, biji, bahkan akar. Begitu juga dengan Rimpang Temulawak yang memiliki ribuan khasiat, diantaranya sebagai antioksidan dan insektisidan.
Rimpang temulawak juga merupakan salah satu jenis tanaman obat komoditas ekspor. Negara-negara pengimpor temulawak, antara lain Singapura, Thailand, Belanda, Jerman, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Hongkong. Namun, kualitas simplisia (bahan baku alami) temulawak di Indonesia belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara-negara pengimpor. Sehingga Indonesia merupakan negara pengekspor terendah. Oleh karena itu, baik para petani dan pembuat simplisia temulawak perlu memperhatikan dan memperbaiki standar mutu ekspor temulawak.
Temulawak telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat karena kegunaanya yang beraneka ragam. Disamping sebagai jamu atau obat, melihat komposisi dan aromanya yang khas, temulawak bisa dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan makanan. Dengan cara tradisional, temulawak dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan dan minuman. Contohnya : bubur temulawak, limun temulawak, dan bir temulawak. Olahan tersebut lebih dikenal sebagai makanan dan minuman yang berkhasiat untuk menyembuhkan masuk angin dan memperbaiki pencernaan.
Rimpang temulawak juga memiliki beberapa khasiat lainnya, antara lain untuk menyembuhkan sakit limpa, sakit ginjal, sakit pinggang, asma, sakit kepala dan masuk angin, maag, sakit perut pada saat haid, menghilangkan bau amis sewaktu haid, memperbanyak ASI, sembelit, menambah nafsu makan, sakit cacar air, sariawan, menghilangkan jerawat, sakit amandel, dan lain-lain.
Pada karya ilmiah ini, penulis akan membahas lebih lanjut tentang khasiat temulawak sebagai obat tradisional dalam penyembuhan sakit amandel (radang tonsil).







                                                                                                                                                                                                                                                                                               
1.2 Rumusan Masalah
Setelah penulis memuat latar belakang yang ada, maka yang menjadi rumusan masalah adalah “Bagaimana cara mengolah rimpang temulawak menjadi obat untuk amandel (radang tonsil)?”

1.3 Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memberikan informasi tentang khasiat temulawak sebagai obat untuk amandel atau radang tonsil serta cara pengolahannya.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Definisi

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang temulawak berasal dari Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kemudian, menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temulawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Temulawak selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.
Di daerah Jawa disebut temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

Ciri morfologi dari temulawak yaitu, berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2 m. Batang semu merupakan bagian dari pelepah daun yang tegak dan saling bertumpang tindih, warnanya hijau atau coklat gelap. Rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, bercabang-cabang, dan berwarna cokelat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap. Tiap tunas dari rimpang membentuk daun 2 – 9 helai dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 cm – 84 cm dan lebar 10 cm – 18 cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 cm – 80 cm, pada setiap helaian dihubungkan dengan pelepah dan tangkai daun agak panjang. Bunganya berwarna kuning tua, berbentuk unik dan bergerombol yakni perbungaan lateral. tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9cm – 23cm dan lebar 4cm – 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8mm – 13mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau merah, panjang 1.25cm – 2cm dan lebar 1cm, sedangkan daging rimpangnya berwarna jingga tua atau kecokelatan, beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit.


2.2 Penjelasan

Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Temulawak juga dikenal sebagai obat penyembuh radang tonsil.
Radang tonsil merupakan pembengkakkan pada organ amandel yang kerap terjadi pada anak-anak. Saat radang yang diakibatkan infeksi bakteri , nafsu makan akan menurun karena penderita akan sulit menelan. Beberapa ahli medis akan menyarankan untuk melakukan pengangkatan amandel untuk mengatasi radang. Namun, menurut dokter Zainal Gani, sebaiknya amandel tetap dipertahankan karena merupakan kelenjar penyaring kuman dirongga mulut. Tetapi, pengangkatan amandel justru menimbulkan masalah baru, yakni kekebalan  tubuh anak akan menurun dan mudah terkena penyakit.
Menurut Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt. seorang guru besar Farmasi Universitas Indonesia mengatakan rimpang temulawak yang bertunas kurang berkhasiat.Untuk mendapatkan khasiat temulawak sebagai obat amandel, masayarakat secara tradisional merebus irisan rimpang temulawak. Selain meracik sendiri, sebetulnya terdapat cara lain yang praktis untuk memperoleh khasiat kerabat jahe itu. Sebab, kini banyak beredar beragam  prosuk temulawak instan berupa serbuk, kapsul, tablet, dan teh.


2.3 Bukti atau Contoh

                Bukti khasiat temulawak yang telah berhasil menyembuhkan penyakit radang tonsil atau amandel pada Khairunnisa Salsabila. Nisa adalah anak berumur empat tahun yang mengidap penyakit radang tonsil stadium empat. Beberpa ahli medis menyarankan Nisa melakukan pengangkatan amandel untuk mengatasi radang itu.
                Namun menurut dokter mendiagnosis Nisa, beliau menyarankan agar Nisa tidak melakukan operasi. Karena apabila melakukanpengangkatan amandel justru akan menimbulkan masalah baru yakni menurunnya kekebalan tubuh Nisa hingga dewasa. Sebab itulah dokter menyarankan Nisa untuk mengonsusmsi satu sendok makan serbuk temulawak, lalu dilarutkan dalam segelas air matang dan diaduk rata. Nisa disarankan mengonsumsi minuman temulawak itu tiga kali sehari.
                Setelah tiga mengonsumsi rasa sakit di leher itu mereda, berselang satu bulan amandel Nisa mengempis sehingga operasi batal dilakukan. Selain itu temulawak yang dikonsumsi Nisa meningkatkan nafsu makannya sehingga daya tahan tubuhnya pun meningkat.

2.4 Tabel, Gambar, dan Resep-Resep
               
Berikut adalah tabel kandungan zat dalam rimpang temulawak.






















Cara mengolah rimpang temulawak dari ladang hinggga disimpan sebagai obat, sebagai berikut :
1)        Pekebun panen temulawak pada umur 9-10 bulan, daun menguning, layu, dan akhirnya kering. Ukuran rimpang maksimal dan bertekstur keras. Sebaiknya panen pada musim kemarau karena lebih banyak mengadung senyawa aktif.
2)        Bongkar seluruh tanaman bersama dengan rimpangnya secara hati hati. Hindari rimpang tepotong karena menurunkan kualitas. Produktifitas 20 ton rimpang segar/ha (hekto are).
3)        Pisahkan rimpang dari batang dan pelepah daun kering, lalu cuci hinggga bersih sampai rimpang terbebas dari tanah dan serabut akar.
4)        Iris rimpang setebal 2-3 mm dengan pisau tajam, tanpa mengupas kulitnya. Kulit rimpang mengandung senyawa aktif yang berguna. Kita dapat merebus irisan rimpang segar itu untuk dikonsumsi.
5)        Bila hendak disimpan, keringkan irisan rimpang selama 2-3 hari atau masukan oven pada suhu 60 0C selama 6-7 jam sampai kadar air di bawah 10% sehingga kita mudah mematahkannya dengan tangan.
6)        Pastikan rimpang yang telah kering bebas dari cendawan dan kotoran, lalu simpan dalam toples kaca berwarna sehingga tidak terkena sinar matahari langsung. Kita dapat memanfaatkan rimpang kering dengan merebus atau membuat serbuk.
7)        Perebusan terbaik menggunakan wadah keramik, tembikar, kaca tahan panas, baja anti karat, hingga mendidih. Perbandingan antara temulawak dengan air 1 : 10.
8)        Saring air hasil rebusan ke dalam gelas dan minum segera.
9)        Rimpang temulawak kering dapat dibuat dalam bentuk serbuk dengan dihaluskan menggunakan blender kering sampai benar-benar halus.
10)    Konsumsi serbuk temulawak dengan cara melarutkan satu sednok makan serbuk temulawak kedalam satu gelas air hangat (250 ml).
11)    Frekuensi konsumsi 1-3 kali sehari sesuai kebutuhan.


BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
                Jadi, dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tanaman temulawak memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat penyembuh penyakit amandel atau radang tonsil yang sudah berstadium empat sekalipun. Dengan cara pemilihan rimpang temulawak yang benar serta pengolahan yang baik, rimpang temulawak tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit.


3.2 Saran
                Menurut cara pengolahan rimpang di atas sebaiknya, sebelum mengolah rimpang temulawak terlebih dahulu pilihlah rimpang yang tidak bertunas dan konsumsi olahan rimpang tersebut sesuai dengan kebutuhan.



Daftar Pustaka

Ø    Sagiman, Saeri. 2011. “Trubus” . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Ø    Said, Ahmad. 2011. “Khasiat dan Manfaat Temulawak”. Jakarta: PT. Sinar Wadja Lestari.

Ged a Widget